- Starting to lift her head
- Smiling, a few laughing, and toothless grin that melt her parent's heart :D
- Cooing
I don't want clever conversation. I never want to work that hard. I just want someone that I can talk to. I want you just the way you are. ~Billy Joel
Sunday, November 28, 2010
Nadya's 1,5 month
Her developmental milestone are:
Friday, November 26, 2010
Ensiklopedia Perkembangan Bayi
Judul Asli: I'm A Mom, Now What?
(Diterbitkan oleh Dorling Kindersley)
(Diterbitkan oleh Dorling Kindersley)
Penulis: Dr. Su Laurent
(Konsultan Pediatri)
(Konsultan Pediatri)
Penerbit: Esensi
Jumlah Halaman: 312 halm
Sebagai seseorang yang masih awam dengan dunia maternal, pada awalnya saya hanya mengandalkan buku Human Development yang tidak lain adalah buku kuliah saya. Buku ini sangat membantu saya dalam memahami perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial manusia, khususnya pada masa infancy, karena topik inilah yang sedang saya cari. Namun, seperti layaknya buku pedoman kuliah, isinya sarat dengan hasil penelitian dan pada beberapa bagian terlihat kurang kontekstual dan terlalu abstrak.
Bagi saya pribadi, Ensiklopedia Perkembangan Bayi hadir untuk melengkapi dan memperbaiki kekurangan pada buku diatas. Secara umum, Ensiklopedia Perkembangan Bayi dibagi kedalam dua bagian besar, yakni Tahun Pertama dan Tahun Kedua. Tiap bagian dibagi lagi kedalam subbagian berdasar usia per-tiga bulan. Dalam tiap subbagian, Dr. Su Laurent menjelaskan perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial bayi dengan bahasa yang menarik dan lebih mudah dimengerti. Sebagai seorang konsultan Pediatri, ia tidak terlalu terpaku hanya menyampaikan hal-hal penting berkenaan dengan perkembangan si buah hati, namun justru banyak memberikan tips-tips sederhana dan justru disinilah nilai kontekstual isi buku ini. Kita dapat mengetahui lebih jauh mengenai bahaya Sudden Infancy Death Syndrome (SIDS) dan grafik perkembangan bayi yang membuat kita lebih aware terhadap perkembangan bayi kita, namun juga kita dapat menemukan tips-tips seputar membeli keperluan bayi, cara memilih stroller, dan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengajak si kecil jalan-jalan!
Tidak ada orang tua yang sempurna, dan pada kenyataannya, baik sang bayi dan orang tua justru sedang sama-sama belajar. Hal inilah yang disampaikan buku ini. Dr. Su menganjurkan pendekatan yang rileks dalam merawat si kecil. Ada satu kutipan yang membuat saya tertawa sendiri, yakni:
"Kembar tiga saya tidak pernah kehilangan kaus kaki dan selalu memakai baju yang putih cemerlang. Mungkin inilah sebabnya saya begitu stress selama setahun pertama itu!"
Saya sadar bahwa akan sulit sekali untuk menjaga agar segala sesuatu selalu sempurna dalam tahun pertama itu, dan ternyata, it is REALLY okay if you're not good at maintain everything, as long as you and your baby are happy and healthy.
Buku yang sangat praktikal ini sangat berguna terutama bagi mereka yang baru memiliki anak pertama, dimana biasanya perubahan-perubahan yang sebenarnya normal menjadi biang kekhawatiran. Saya pribadi lebih suka membacanya per subbagian dimana usia anak saya berada, karena apa yang saya baca bisa langsung mengena dan dapat langsung saya terapkan. Dengan membaca buku ini, diharapkan baik ibu dan ayah dapat lebih rileks dalam menghantarkan si kecil di dua tahun pertamanya, sehingga si kecil dapat tumbuh dengan sehat dan bahagia secara optimal.
Friday, November 19, 2010
Inspired.by.Others.2
Janganlah memboroskan kehidupan Anda
untuk berperang melawan kelemahan diri.
Pastikanlah bahwa sebanyak mungkin
kesibukan Anda adalah upaya untuk
...mendaya-gunakan kekuatan.
Sebetulnya, dengan memaksimalkan peran
kekuatan-kekuatan Anda dalam kehidupan
keluarga dan karir,
Anda tidak menyediakan cukup waktu
bagi kelemahan untuk menganggu.
Hidup Anda adalah pemanfaatan kekuatan,
bukan penyesalan kelemahan.
Mario Teguh
Tuesday, November 16, 2010
Inspired.by.Others.1
During Nadya's sleep, I use some of my time for blog walking. Here I found a-longitudinal-alive blog, if I may say, to express how creative the mother, or maybe the blog owner herself, to post her daughter's picture from time to time, so that everyone can see the baby's physical development. here you go...
Friday, October 29, 2010
Thought of The Day
...seorang ibu yang memanjakan anak, kemudian ketika sang anak ngelunjak dan manja, baru deh minta tolong ayahnya memarahi. Ah, itu bukan pola asuh yang benar, kan?
Wednesday, October 27, 2010
mengenai proses persalinan
saya baru saja melahirkan anak pertama. Alhamdulillah, segalanya dimudahkan oleh Allah swt. Banyak yang bilang, persalinan pada anak pertama akan sulit dan lama. Ibu akan merasakan kontraksi yang semakin sering namun dalam kurun waktu yang sedikit demi sedikit. Bagi sebagaian orang menyiksa, bahkan membuat trauma. Banyak yang bilang, saya akan merasakan pembukaan demi pembukaan semalaman, dan si bayi baru akan lahir keesokan paginya. Banyak yang bilang, bila pembukaan lambat dan tidak lancar, akan dilakukan tindakan induksi yang menyakitkan, dan kabar buruknya, induksi akrab dengan persalinan anak pertama.
Menjelang masa-masa perkiraan lahir, saya mengikuti senam hamil, dan karena terbentur dengan waktu kerja, akhirnya saya juga mempraktekkan gerakan-gerakan tersebut di rumah. Kata orang, banyak jalan kaki dan naik turun tangga dapat memudahkan persalinan. Semua yang sekiranya bermanfaat, saya lakukan.
Berita baiknya, saya merasakan kontraksi tiap 5 menit sekali pada sore hari, Rabu, 6 Oktober 2010. Ketika itu saya masih di kantor dan hujan deras di luar. Enggan untuk pulang ke rumah, saya sempat merencanakan farewell sebelum saya cuti melahirkan. Namun rasa sakit yang mulai mengkhawatirkan memaksa saya untuk menerjang hujan dan pulang dengan taksi. Saya masih ingat instruksi awal saya kepada pengemudi taksi: 'ke Jatibening'. Namun ditengah jalan, akhirnya saya menyerah dan mengubah instruksi saya: 'langsung ke Hermina Bekasi aja deh'. Keputusan saya tidak salah. Ketika diperiksa, ternyata saya sudah pembukaan kedua. Saya kaget, karena hari itu masih 2 minggu sebelum perkiraan kelahiran. Saya merasa belum siap. Secara mental. Selama ini kesibukan saya cukup membuat saya sanggup melakukan denial terhadap rasa takut dan gugup menjelang persalinan. Jadi kalau memang benar harus saat itu si bayi lahir, saya tidak siap!
Suster dan bidan yang menangani masih santai-santai, dokter kandungannya pun masih dalam perjalanan menuju RS. Mereka bilang, mungkin lahirnya besok pagi. Oke lah. Namun satu jam setelah itu, kontraksinya terasa tidak ada jeda dan semakin sakit. Satu jam setelah itu, bidan memeriksa bukaan saya dan terlihat terkejut. "Ibu, kita bersalin sekarang ya, bukaannya udah gede. Bayinya sudah mau lahir..."
Mati deh gue...
Tak lama kemudian suster-suster sibuk menyiapkan peralatan persalinan. Saya semakin gugup. Beberapa saat kemudian si dokter datang. Kemudian proses persalinan benar-benar terjadi. Sakit? Ya, pasti. Hanya saja, saya bersyukur telah mengikuti senam hamil. Relaksasi, teknik pernapasan, dan cara mengejan yang diajarkan benar-benar bermanfaat untuk saya. Tiga kali mengejan, sang bayi keluar. Alhamdulillah.
Melahirkan normal tidak sesulit dan sesakit yang saya kira. Tidak semengerikan hingga sebelum proses persalinan saya sedemikian tidak percaya dirinya dan berkata pada suami saya, "sesar aja deh, sesar!"
Juga sangat terbantu oleh si bayi yang sangat pintar dan koperatif, karena ia sangat aktif sekali mendorong kepalanya keluar. Hebat kamu, nak!
Proses penyembuhannya juga relatif cepat. Hari kelima rasa nyeri jahitannya sudah hilang. Meskipun, memang sih, hari pertama dan kedua setelah melahirkan, segalanya terasa sulit. Kita harus menanggung rasa sakit pada jahitannya, dan harus menyimpan kekuatan untuk menyusui bayi juga. Tapi, kalau dibandingkan dengan proses sesar, pasti akan lebih sulit dan lebih lama penyembuhan bekas operasinya, dan di waktu yang sama, ada seseorang yang butuh ASI dan kasih sayang kita.
Alhamdulillah.
Happy childbirth, guys!
Menjelang masa-masa perkiraan lahir, saya mengikuti senam hamil, dan karena terbentur dengan waktu kerja, akhirnya saya juga mempraktekkan gerakan-gerakan tersebut di rumah. Kata orang, banyak jalan kaki dan naik turun tangga dapat memudahkan persalinan. Semua yang sekiranya bermanfaat, saya lakukan.
Berita baiknya, saya merasakan kontraksi tiap 5 menit sekali pada sore hari, Rabu, 6 Oktober 2010. Ketika itu saya masih di kantor dan hujan deras di luar. Enggan untuk pulang ke rumah, saya sempat merencanakan farewell sebelum saya cuti melahirkan. Namun rasa sakit yang mulai mengkhawatirkan memaksa saya untuk menerjang hujan dan pulang dengan taksi. Saya masih ingat instruksi awal saya kepada pengemudi taksi: 'ke Jatibening'. Namun ditengah jalan, akhirnya saya menyerah dan mengubah instruksi saya: 'langsung ke Hermina Bekasi aja deh'. Keputusan saya tidak salah. Ketika diperiksa, ternyata saya sudah pembukaan kedua. Saya kaget, karena hari itu masih 2 minggu sebelum perkiraan kelahiran. Saya merasa belum siap. Secara mental. Selama ini kesibukan saya cukup membuat saya sanggup melakukan denial terhadap rasa takut dan gugup menjelang persalinan. Jadi kalau memang benar harus saat itu si bayi lahir, saya tidak siap!
Suster dan bidan yang menangani masih santai-santai, dokter kandungannya pun masih dalam perjalanan menuju RS. Mereka bilang, mungkin lahirnya besok pagi. Oke lah. Namun satu jam setelah itu, kontraksinya terasa tidak ada jeda dan semakin sakit. Satu jam setelah itu, bidan memeriksa bukaan saya dan terlihat terkejut. "Ibu, kita bersalin sekarang ya, bukaannya udah gede. Bayinya sudah mau lahir..."
Mati deh gue...
Tak lama kemudian suster-suster sibuk menyiapkan peralatan persalinan. Saya semakin gugup. Beberapa saat kemudian si dokter datang. Kemudian proses persalinan benar-benar terjadi. Sakit? Ya, pasti. Hanya saja, saya bersyukur telah mengikuti senam hamil. Relaksasi, teknik pernapasan, dan cara mengejan yang diajarkan benar-benar bermanfaat untuk saya. Tiga kali mengejan, sang bayi keluar. Alhamdulillah.
Melahirkan normal tidak sesulit dan sesakit yang saya kira. Tidak semengerikan hingga sebelum proses persalinan saya sedemikian tidak percaya dirinya dan berkata pada suami saya, "sesar aja deh, sesar!"
Juga sangat terbantu oleh si bayi yang sangat pintar dan koperatif, karena ia sangat aktif sekali mendorong kepalanya keluar. Hebat kamu, nak!
Proses penyembuhannya juga relatif cepat. Hari kelima rasa nyeri jahitannya sudah hilang. Meskipun, memang sih, hari pertama dan kedua setelah melahirkan, segalanya terasa sulit. Kita harus menanggung rasa sakit pada jahitannya, dan harus menyimpan kekuatan untuk menyusui bayi juga. Tapi, kalau dibandingkan dengan proses sesar, pasti akan lebih sulit dan lebih lama penyembuhan bekas operasinya, dan di waktu yang sama, ada seseorang yang butuh ASI dan kasih sayang kita.
Alhamdulillah.
Happy childbirth, guys!
Subscribe to:
Posts (Atom)




